Senin, 02 Februari 2026

Contoh budaya Tradisi, Kearifan lokal dan Budaya di Indonesia

 

                         PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA

                                        KELAS IX PERTEMUAN KETIGA 


 Sekolah : SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Hari/TGL : Senin, 2 Februari 2026

Kelas : 9 D

Unsur : Bhinneka Tunggal Ika  

Fase / semester : D / Genap

CP :    Peserta mengajar mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan menerima keberagaman dan perubahan budaya dalam kehidupan bermasyarakat tingkat lokal, nasional, dan global; memahami pentingnya pelestarian tradisi, kearifan lokal, dan budaya untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa; Menumbuhkan sikap tanggung jawab dan ikut aktif menjaga dan melestarikan praktik tradisi, kearifan lokal, dan budaya dalam masyarakat global.   


ATP :   Peserta didik diharapkan memiliki sikap tanggung jawab dan berperan aktif menjaga serta melestarikan praktik tradisi, kearifan lokal, dan budaya dalam masyarakat global.

Materi :   Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global

  
Sub Materi            : Contoh budaya  Tradisi, Kearifan lokal dan Budaya di Indonesia

Guru Pengampu : Yuniar, S.Pd., MM

Waktu : 1 X Pertemuan ( 3 X 40 Menit / 3 JP).   

                                                                         

Karakter yang harus ditanamkan

- Percaya dan takwa kepada Allah SWT

- Bergotong royong

- Kreatif


TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengukuti kegiatan pembelajaran, diharapkan:

  • Peserta Didik mampu memahami contoh - contoh Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya dalam masyarakat di Indonesia


KEGIATAN PEMBELAJARAN    : 

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu..


الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى Layanan Pelanggan dan Layanan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ


Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi dan utusan paling mulia, nabi dan kekasih kita Muhammad, kepada keluarga, sahabat-sahabatnya, dan kepada siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kasih sayang.


Anak - anak SPALGA HEBAT yang sholeh dan sholeha yang ibu banggakan, sebelum kita melanjutkan materi pelajaran selanjutnnya yang akan kita pelajari pada hari ini, kita akan mengingat kembali pelajaran yang telah kita pelajari pada pertemuan pekan yang lalu, yaitu bahwa tradisi, kearifan lokal, dan budaya adalah pilar penting pembentuk identitas bangsa yang harus dilestarikan, berfungsi sebagai pedoman hidup, penguat karakter, dan nilai-nilai luhur yang mengatur masyarakat, serta memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan memajukan kebudayaan nasional sesuai UUD 1945 Pasal 32, yang diwujudkan melalui upaya pemajuan kebudayaan nasional dan pelestarian objek-objek kebudayaan seperti seni pertunjukan, kuliner, dan cagar budaya.
  

Anak - anak Spalga yang hebat, swetelah kita pada pekan kemarin telah belajar apa yang di maksud dengan Traisi, kearifan likal dan budaya masyarakat, kali ini kit aakan belajar apa saja contoh - dari tradisi , kearifan lokal dan budaya masyarakat tersebut, dengan harapan kalian lebih mengenal adat dan budaya daerah kalin sendiri juga adat budaya daerah lainnya. baik kita lanjutkan pelajaran kita hari ini ya, pada pertemuan hari ini kita akan mempelajari tentang  contoh Tradisi, Kearifan lokal dn Budaya di Indonesia. 

Sebelumnya yook kita simak dulu video pembelajaran dibawah ini ...   

Anak - anak Spalga yang hebat , setelah bercerita berbagi pengalaman selama liburan kemari ...sekarang kita lanjutkan belajar kita ya ...hari ini kita akan  mempelajari tentang Makna Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya dalam msyarakat

Anak - anak Spalga yang hebat , sekarang  mari kita mulai pembelajarannya ya, ...
Tetapi sebelumnya yook kita simak dulu video pembelajaran dibawah ini ...



Sumber: Youtube



 MATERI PELAJARAN

Contoh Tradisi & Kearifan Lokal di Indonesia
  • Jawa: Gotong royong, upacara adat Jawa (misal: Wiwitan), tarian tradisional.
  • Bali: Upacara Ngaben (pembakaran jenazah), Nangluk Merana (mengendalikan hama), Melasti (penyucian diri).
  • Nusa Tenggara: Lompat Batu Suku Nias, Merarik (perkawinan adat).
  • Madura: Karapan Sapi, Rokat Tasse.
  • Maluku & Papua: Tanam Sasi (aturan larangan ambil hasil alam), Ritual Ma'nene (upacara membersihkan jenazah).
  • Sumatera: Debus (pertunjukan bela diri).
  • Nusa Tenggara Timur (NTT): Cingcowong ( ritual hujan)
  • Hubungan dengan Pancasila
    • Gotong Royong (Sila 5): Mencerminkan kebersamaan dan keadilan sosial, seperti dalam membersihkan lingkungan atau bercocok tanam bersama.
    • Sasi (Sila 1 & 5): Menjaga keseimbangan alam dan sumber daya, sesuai dengan ketuhanan dan keadilan bagi generasi mendatang.
    • Merarik & Adat Lain (Sila 3 & 4): Menunjukkan persatuan dalam keberagaman dan musyawarah dalam menyelesaikan masalah adat.
    • Nilai-nilai Moral (Sila 2): Upacara seperti Ma'nene menunjukkan penghormatan terhadap leluhur, sejalan dengan nilai kemanusiaan.
  • Tantangan & Pelestarian
    • Globalisasi bisa mengancam kelestarian tradisi, sehingga perlu upaya perlindungan melalui peraturan dan kesadaran masyarakat.
    • Pentingnya peran generasi muda dalam memahami, mengamalkan, dan mewariskan budaya daerah sebagai identitas Nasional.
B. Peran dalam Kehidupan Masyarakat
  • Identitas dan Jati Diri: Membentuk karakter bangsa dan keunikan budaya Indonesia.
  • Pedoman Hidup: Menjadi arah dan pegangan dalam berperilaku dan mengambil keputusan.
  • Perekat Sosial: Memperkuat persatuan dan kesatuan melalui nilai-nilai bersama (misalnya gotong royong).
  • Sumber Nilai Pancasila: Nilai-nilai seperti musyawarah, kebersamaan, dan keadilan sosial seringkali terwujud dalam kearifan lokal.
C. Tantangan di Era Globalisasi
  • Westernisasi: Pengaruh budaya asing yang mengikis nilai lokal.
  • Individualisme: Mengikis semangat kebersamaan dan gotong royong.
  • Modernisasi: Perubahan gaya hidup yang cenderung meninggalkan tradisi lama.
D. Sikap dan Komitmen Melestarikan
  • Memahami, menghargai, dan mengamalkan nilai-nilai luhur dalam tradisi dan budaya.
  • Menginternalisasi kearifan lokal ke dalam kehidupan sehari-hari.
  • Berperan aktif dalam kegiatan budaya dan pelestarian lingkungan.
  • Menunjukkan sikap bangga sebagai bangsa Indonesia yang kaya budaya.
Contoh Kearifan Lokal di Indonesia:

Evaluasi :

-Peserta didik diminta untuk menuliskan “Apa satu budaya di keluargamu yang menurutmu penting untuk dijaga?”lalu masing masing membacakan hasilnya.

Kesimpulan

Bagaiman anak -anak pembelajaran kita hari ini, senang kalian belajar hari ini...semoga kalian bisa memahaminya ya . Jadi dapat disimpulkan bahwa bahwa tradisi, kearifan lokal, dan budaya adalah pilar penting pembentuk identitas bangsa yang harus dilestarikan, berfungsi sebagai pedoman hidup, penguat karakter, dan nilai-nilai luhur yang mengatur masyarakat, serta memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan memajukan kebudayaan nasional sesuai UUD 1945 Pasal 32, yang diwujudkan melalui upaya pemajuan kebudayaan nasional dan pelestarian objek-objek kebudayaan seperti seni pertunjukan, kuliner, dan cagar budaya

Ibu harap kalian benar benar dapat memahaminya ya ...   .

Oke sayang selamat belajar dan tetap Semangat ... Terus Jaga Kesehatan dan jangan lupa untuk selalu berdoa.


Referensi:
Buku Paaket Pendidikan Pancasila kls 9
Rangkuman Materi Pend.Pancasila Spiroku
Youtube Vidio Pembelajaran Pakwon
Dan referensi lainnya yang relefan.
                                                                                                                                                                                                         

                                           SUKSES UNTUK KITA BERSAMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar